BSTravel – Pemerintah Indonesia berencana membangun gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di Kota Jeddah, Arab Saudi. Kantor ini akan difungsikan sebagai bagian dari perluasan fungsi Kantor Urusan Haji (KUH) yang telah ada sebelumnya.

Seperti dikutip melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan, “Perluasan fungsi KUH merupakan tindak lanjut dari disahkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah”. Kemenag tidak hanya mengurusi ibadah haji, tapi juga menjadi penanggung jawab dan regulator penyelenggaraan umrah.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, KUH yang ada sekarang ada sebenarnya hanya bertugas mempersiapkan seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji dari awal sampai akhir selama empat bulan. Namun dalam kenyataannya, kantor ini selalu menjadi tujuan dan tempat aduan jamaah umrah karena mengalami masalah dengan teknis dan travel.

“Oleh karena itu, tadi kita koordinasikan bersama terkait rencana ke depan untuk bisa segera merealisasikan Kantor atau Pusat Layanan Terpadu Haji dan Umrah Indonesia di Jeddah,” kata Nur Kholis seusai rapat dengan tim dari Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN-RB di Jeddah, Arab Saudi, kemarin.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, rapat tersebut membicarakan konsep kantor yang akan didirikan nanti, apakah berupa unit pelaksana teknis, atase, atau hanya perluasan cakupan kewenangan KUH. Kemudian siapa yang menjadi penanggung jawab kantornya, karena dalam aturannya hanya Kementerian Luar Negeri yang bisa memiliki kantor perwakilan di luar negeri.

“Termasuk bangunan nya, seperti apa kebutuhan nya nanti, berapa ruang, berapa tingkat bangunannya, kemudian anggarannya berapa, dan dari mana sumber pendanaannya, Kata nya.”

Nur Kholis menegaskan bahwa lokasi yang akan didirikan bangunan Kantor Layanan Haji dan Umrah Terpadu itu telah dibeli oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, Komisi 8 DPR juga telah berkunjung ke lokasinya yang berada di Jeddah. Namun, dia mengaku tidak mengetahui persis alamat lokasinya dan berapa luas tanahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, di tanah itu saat ini berdiri bangunan tua. Rencananya, bangunan itu akan dirobohkan dan dibangun dengan gedung baru.

Sumber:
nasional.sindonews.com